Rukun Haji

hajiMenjalankan ibadah haji menuju tanah suci Mekkah tentulah menjadi hal yang sangat diimpikan oleh setiap umat Islam di dunia. Ibadah yang satu ini merupakan salah satu rukun Islam yang kelima setelah syahadat, sholat, zakat, dan puasa di bulan Ramadhan. Ibadah yang satu ini menjadi wajib bagi mereka yang mampu, memiliki akal sehat, dan sudah baligh. Allah SWT berfirman dalam surat Ali-Imran ayat 97 : “Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam ibrahim; barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari kewajiban ibadah ini, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”

Apa Saja Rukun Haji?

Terdapat 6 (enam) rukun haji yaitu:

  1. Ihram. Ihram adalah melakukan niat untuk melakukan ibadah yang satu ini. saat melakukan niat dilakukan  pada saat telah sampai pada batas tertentu yang telah ditentukan sesuai dengan syariat Islam. Batas ini disebut dengan miqat, ada dua miqat yaitu miqat makani dan miqat zamani. Orang yang melakukan ihram menggunakan kain putih yang sesuai dengan syariat Islam.
  2. Melakukan wukuf di padang Arafah. Wukuf adalah hadir dan berhenti di padang Arafah saat tergelincirnya matahari pada 9 Dzulhijjah hingga terbitnya fajar pada 10 Dzulhijjah.
  3. Melakukan tawaf ibadah. Tawaf merupakan salah satu ibadah dengan mengelilingi kabah sebanyak tujuh kali dengan posisi kabah berada di sebelah kiri orang yang melakukan tawaf atau berlawanan dengan arah jarum jam. Orang yang sedang melakukan tawaf haruslah menutup aurat serta suci dari najis dan hadas. Tawaf ibadah merupakan tawaf yang harus dilakukan karena melakukan rukun haji. Selain tawaf ibadah, ada beberapa tawaf lainnya seperti tawaf qudum, tawaf nazar, tawaf wadak, serta tawaf sunnah.
  4. Melakukan sa’i. Sa’i merupakan melakukan lari-lari kecil menuju bukit Marwah. Sa’i diawali dari bukit Safa dan berakhir di bukit Marwah. Sa’i dilakukan setelah melakukan tawaf dengan banyaknya sai sebanyak 7 kali.
  5.  Mencukur rambut. Mencukur rambut dilakukan setelah lempar jamrah aqabah. banyaknya rambut yang dicukur minimal 3 helai.
  6. Tertib, artinya rukun haji haruslah dilakukan dengan tertib atau berurutan sesuai dengan syariatnya yaitu dimulai dengan ihram, wukuf, tawaf, sa’i, dan mencukur rambut.

Demikian beberapa hal mengenai rukun haji yang harus dilakukan saat melakukan ibadah yang satu ini.

Related posts: