Sejarah Singkat Perusahaan Kelapa Sawit Arif Rachmat

Banyak sekali perusahaan-perusahaan kelapa sawit yang ada di Indonesia. Perusahaan tersebut ada yang milik swasta dan juga milik negara. Salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit yang cukup besar yaitu PT Triputra Agro Persada Group. Pendiri perusahaan kelapa sawit yang sebagian besar berada di pulau Kalimantan ini adalah Arif Rachmat. Beliau memiliki area perkebunan kelapa sawit seluas 170.000 hektar.

Cerita Awal Mula Membangun Perkebunan

Sebelum memulai bisnis perkebunan, pendiri tertarik dengan dunia pertanian. Ada beberapa komoditas yang masih bisa diandalkan saat komoditas yang lain mengalami keterpurukan. Dalam artian pohonnya tetap berdiri kuat dan bisa diselamatkan walau kondisi sedang tidak memungkinkan. Dipilihlah tanaman sawit sebagai komoditas utamanya.

Selain dari sisi ketahanan biologis tanaman, perkebunan kelapa sawit juga dapat menyerap tenaga kerja baik masyarakat sekitar maupun luar daerah. Dengan kata lain bisnis ini dapat mengurangi angka pengangguran dan menurunkan tingkat kemiskinan.

Awal mula saat tahun 2005 di mana Arif Rachmat masih bekerja di salah satu perusahaan di Amerika serikat dengan basic teknik. Di sanalah muncul ide-ide kreatif untuk membuka lahan agar dijadikan perkebunan besar. Beliau juga memaparkan perbedaan dari industri yang ingin dibangun dibanding dengan industri lain yaitu:

  • Area perkebunan berada di lokasi yang jauh dari kota atau berada di wilayah terpencil.

Walau bergantung dengan alam, namun ia bisa memanfaatkan suberdaya manusia untuk bekerja dibidang persawitan tersebut.

  • Mengandalkan manusia dan proses hingga menuju besar.

Membangun sebuah industri harus bisa menempatkan seseorang dan membimbing apa yang harus dilakukan dan dikerjakan pada industri tersebut. Pembagian tenaga kerja yang adil dan sesuai porsinya adalah langkah yang tepat agar industri berjalan dengan bagaimana mestinya.

Kepandaiannya melihat peluang dan mengerti bagaimana cara mengembangkan industri tersebut sehingga ia mendapatkan sebuah penghargaan dari Indonesia Most Admired CEO 2017. Selain sebagai seorang CEO perkebunan yang besar, Arif Rachmat juga aktif di organisasi dan menjadi seorang aktivis sosial di Yayasan Gerakan Kepedulian Indonesia (GKI).

Related posts: